This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 04 November 2012

Pelindo Dumai Komit dan Berusaha Menjaga Kwalitas Lingkungan

# Gencarkan Penghijauan, Modrenisasi dan Pemantauan
Dumai - PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Dumai tetap berusaha mejaga keserasian, keselarasan dan keseimbangan lingkungan hidup dalam menjalankan roda usahanya melalui, penanaman pohon, modernisasi peralatan di pelabuhan dan pemantauan lingkungan hidup. Hal tersebut disampaikan, Harianja, General Manager PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Dumai, Minggu (4/11).
Menurut Harianja, pengelolaan dan pengembangan Pelabuhan yang bersahabat dengan lingkungan sangat perlu ditingkatkan dan Pelabuhan Dumai sendiri semaksimal mungkin tetap memperhatikan keselamatan dan kelestarian lingkungan hidup dalam menjalankan usahanya.
“Berbagai upaya telah dilakukan Pelindo Cabang Dumai dalam menjaga dan melestarikan lingkungan pelabuhan dan lingkungan disekitarnya seperti penananam pohon bakau di pesisir pantai, penanaman pohon ketapang, pohon tanjung dan pohon waru di lingkungan pelabuhan dan penyerahan pohon mangga kepada masyarakat yang berada di sekitar lingkungan pelabuhan,”ungkapnya.
Dijelaskan Harianja, pohon Bakau yang ditanam di daerah pesisir pantai seperti dermaga C sudah meninggi dan tampak hijau. Selain itu, lanjutnya, agar kebersihan pelabuhan tetap terjaga dari sampah – sampah masyarakat yang bekerja di areal pelabuhan, Pelindo telah menyediakan berbagai fasilitas seperti bak sampah dan tong sampah di setiap dermaga.
“Kesadaran dan disiplin masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Contoh sederhananya membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan tidak menghilangkan tong sampah tersebut.”jelasnya.
Pelabuhan Cabang Dumai sangat mendukung program pemerintah dalam menjaga dan melestarikan lingkungan dengan memodernisasi peralatan bongkar muatnya, terutama menangani jenis barang yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan seperti Palm Kernel Ekspeller.
“Bila tidak ada aral melintang awal tahun depan bongkar muat curah kering seperti bungkil, cangkang dan pupuk akan dilakukan dengan conveyor,” tegas Harianja.
Bukan hanya sebatas itu, kata Harianja, setiap semester Pelindo tetap melakukan pengawasan terhadap lingkungan melalui pengukuran baku mutu air, baku mutu emisi dan baku mutu lainnya.
Pada tahun 2012 ini pemantauan tersebut dilakukan oleh PT Sucofindo karena perusahaan ini yang memiliki laboratorium yang terakreditasi.
Sementara itu, terkait dengan beberapa perusahaan yang berada di Daerah Lingkungan kerja (DLK) Pelindo, General Manager menganjurkan agar setiap perusahaan turut serta dan berpartisipasi dalam menjaga dan melestarikan lingkungan masing-masing, sebab menjaga keserasian, keselarasan dan keseimbangan lingkungan hidup di pelabuhan bukan hanya tanggungjawab Pelindo, tetapi pengusaha  juga memiliki tanggungjawab masing-masing sesuai dengan UU nomor 32 tahun 2009.
“Beberapa upaya telah dilakukan Pelindo agar perusahaan yang beroperasi di Daerah Lingkungan kerja (DLK)-nya memperhatikan kelestarian dan keselamatan lingkungan seperti meminta laporan  Upaya Pengelolaan Lingkunan/Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL/UPL) dan menganjurkan agar setiap perusahaan melakukan penghijauan di lingkungan masing-masing.”pungkasnya.

Jumat, 28 September 2012

IJIN OPERASIONAL TUGBOAT PELINDO DUMAI


Kapal  tugboat yang diopersikan oleh PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Dumai untuk membantu proses sandar/lepas sandar kapal dari dan ke Pelabuhan Dumai  telah memperoleh izin operasional dari kantor Administrator Pelabuhan, kapal tugboat tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa.
“Izin olah gerak kapal sudah keluar minggu lalu. Dari sisi legalitas tugboat yang kita operasikan tidak ada masalah dan kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Kantor Administrator Pelabuhan Dumai atas kerjasamanya selama ini,” ucap Drs. Harianja,MM, General Manager PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Dumai.
Dia menuturkan bahwa, dari enam kapal tugboat yang beroperasi saat ini lima diantaranya telah memiliki legalitas, sementara satu lagi akan naik dok dalam waktu dekat. “Tugboat Bayu-I dalam waktu dekat kita rencanakan naik dok,” kata Harianja sembari menambahkan bahwa kapal yang telah keluar ijinnya diantaranya Bayu III dan Sei Deli IV.
Dia menjelaskan bahwa, sebagai Badan Usaha Milik Negara PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Dumai selalu berusaha menjunjung tinggi dan menaati semua peraturan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pelabuhan. “Kita sadar bahwa perusahaan yang kita kelola ini adalah asset  Negara yang dalam pengelolaannya memiliki mekanisme dan berbagai aturan.” tuturnya.
Menurut Harianja, peran tugboat dalam percepatan operasional pelabuhan sangat penting terutama untuk melayanai kapal yang akan sandar atau lepas sandar. “Peran tugboat dalam proses berthing dan unberthing sangat penting dan juga berperan dalam menjaga keselamatan dan keamanan penyandaran kapal dari dan ke Pelabuhan.”
Bahkan, tambah Harianja, tugboat merupakan salah satu garda terdepan dari berbagai jenis pelayanan kegiatan kepelabuhanan lainnya, sebab tugboat adalah fasilitas yang  pertama memberikan pelayanan setelah kapal tiba di perairan suatu pelabuhan.
Karena pentingnya peran tugboat dalam menunjang operasional pelabuhan sekaligus memenuhi tuntutan penggunajasa dalam usaha peningkatan pelayanan, maka pada semester II tahun 2012 ini Pelabuhan Cabang Dumai telah menambah dua unit tugboat yang telah siap operasi yaitu Tugboat Sei Deli II dan Sei Deli IV. “Ijin operasional kedua kapal tersebut telah keluar,” jelasnya.
“Keluarnya izin operasional dan penambahan fasilitas tugboat kiranya menjadi motivasi bagi seluruh karyawan Pelabuhan Cabang Dumai untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa agar target-target operasional yang di tetapkan oleh  pemerintah tercapai,” tutur Harianja.
                                                                                                       
  


Minggu, 12 Agustus 2012

Pelindo tambah satu unit tugboat untuk tingkatkan pelayanan.


Di Bulan Suci Ramadhan ini PT Persero Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Dumai mendatangkan sebuah kapal tunda (tugboat) baru guna meningkatkan kwalitas pelayanan terhadap pengguna jasa sehingga total kapal tunda yang dimiliki saat ini menjadi 7 (tujuh) unit.
“Moment ini menjadi sangat berarti bagi kami sebagai pengelola jasa kepelabuhanan sebab kedatangan kapal tersebut bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan. Doakan ya…agar penambahan fasilitas tersebut dapat meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasa,” tutur Drs. Harianja MM, General Manager PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Dumai.
Dia menuturkan bahwa, penambahan satu unit kapal tunda tersebut bertujuan untuk mendorong percepatan pelayanan terhadap kapal-kapal yang berthing dan unberthing dari dan ke Pelabuhan Dumai. “Pelabuhan Dumai adalah pelabuhan destinasi kapal dari berbagai penjuru dunia, oleh sebab itu  kita harus terus meningkatkan dan menjaga kwalitas pelayanan,” kata Harianja, sembari menambahkan,  bahwa Pelabuhan Dumai adalah pintu utama arus eksport dan import dari Provinsi Riau khususnya serta berbagai daerah lainnya di Sumatera, karena itu kelancaran pelayanan kapal menjadi sangat penting sebab akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kapal tunda baru milik PT Pelindo I (Persero) Cabang Dumai tersebut di produksi di Pulau Batam oleh PT Trikarya Alam dan tiba di Pelabuhan Dumai pada hari Jum’at (10/08/2012) yang lalu setelah berlayar sekitar 16 jam dan selama dalam pelayaran semuanya lancar tanpa kendala. “Kapal tersebut adalah karya anak bangsa,” kata Harianja.
Kapal bernama Sei Deli II tersebut memiliki bollard full (daya dorong) 35 ton dengan kecepatan 12 knot per jam sedangkan panjangnya (lengt over all---LOA) sekitar 32,5 meter dan draft 3,3 meter. Kapal tersebut merupakan kapal canggih yang dilengkapi dengan peralatan Stirable Rudden Propeller (SRP) yaitu sebuah alat yang dapat membantu kapal tersebut untuk manufer di area yang terbatas. “Peralatan SRP akan membantu kapal tersebut dapat manefer 360 derajat.”
Menurut Harianja, bertambahnya jumlah kapal tunda yang beropersi dilingkungan kerja Pelabuhan Cabang Dumai akan menciptakan pelayanan yang on time. “Jumlah ideal telah kita miliki. Harapan kami pelayanan kapal berthing dan unberthing akan tepat waktu.”
Rata-rata jumlah kapal tunda yang dibutuhkan untuk melayani sebuah kapal yang masuk ataupun keluar dari Pelabuhan Dumai sebanyak dua unit sebab rata-rata panjang kapal di atas 200 meter khususnya kapal angkutan crude palm oil dan turunannya. “Dengan tujuh unit dimana lima diantaranya memiliki horse power 2 x 1600 sudah sangat ideal,” jelas Harianja.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Pelindo Dumai Tingkatkan Pelayanan Pandu

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Dumai terus tingkatkan kinerja pelayanan jasa pemanduan di terminal khusus dengan cara mengirim pandu ke stasiun pemanduan sebelum kapal tiba. Melalui usaha tersebut delay kapal-kapal yang di ageni oleh Pertamina Tongkang dan Pertamina Marine dapat ditekan menjadi hanya sekitar 1,8 jam per kapal selama Nopember 2010.

Peningkatan pelayanan jasa pemanduan yang dilakukan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Dumai ini terungkap dari surat PT Pertamina (Persero) Refinery Unit II yang ditujukan kepada PT Pelabuhan Cabang Dumai tertanggal 03 Desember 2010.

Dalam surat yang ditanda tangani Pjs Manager Marine Region I Harold Simanjuntak menyebutkan bahwa kinerja jasa pelayanan pemanduan dari Stasiun Morong pada bulan Nopember 2010 terus mengalami perbaikan. “Usaha untuk menurunkan delay sangat kami hargai, harapan kami untuk bulan-bulan yang akan datang delay pemanduan akan semakin menurun,” jelas Harold dalam suratnya tersebut.

Sehubungan dengan peningkatan kinerja pelayanan jasa pandu pada kapal-kapal yang diageni Pertamina Tongkang dan Pertamina Marine, General Manager PT Pelabuhan Cabang Dumai, Ir Zainul Bahri MM, tidak banyak berkomentar.

“Saya hanya dapat mengucapkan terimakasih atas kepercayaannya. Kami sebagai penyedia jasa kepelabuhanan di mana salah satunya adalah jasa pemanduan akan terus berupaya meningkatkan kinerja untuk kepuasan pelanggan,” jelas Zainul Bahri.

Salah satu upaya yang kami lakukan untuk meningkatkan kinerja pandu sekaligus mengurangi delay kapal yang akan di pandu adalah dengan cara mengefisienkan dan mengefektifkan pandu serta armada yang ada saat ini, lanjut Zainul.

“Pandu harus selalu stand by. Karena itu sebelum kapal tiba kita sudah kirim pandu ke stasiun Pandu Morong. Artinya….kita jemput bola,” tutur General Manager yang selalu berpenampilan rapi tersebut.

Jumhur Periksa Pelayanan TKI di Pelabuhan Dumai

Dumai (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat memeriksa pelayanan keberangkatan dan kepulangan TKI di Pelabuhan Dumai, Riau, Senin.

Pemeriksaan yang dilakukan dalam rangkaian Safari Ramadhan BNP2TKI V 24 Juli - 3 Agustus 2012 ke Sumut, NAD, Riau, dan Kepri itu, Jumhur mendapat keinginan dari petugas Pos Pelayanan Penempatan dan Penempatan TKI (P4TKI) Dumai yang bertugas di Pelabuhan Dumai.

"Kami ingin petugas diberikan kewenangan melakukan verifikasi seluruh dokumen TKI termasuk TKI," kata Koordinator P4TKI Dumai Ismail Usman.

Di embarkasi dan debarkasi lain yang melayani urusan TKI seperti di Bandara Soekarno-Hatta.

Petugas Imigrasi Dumai S Delavino menyatakan sejauh ini tidak semua penumpang di pelabuhan yang menyeberang ke Malaysia atau sebaliknya dikenali secara pasti yang TKI dan yang bukan.

Ismail Usman mengatakan setiap hari sekitar 100 penumpang yang diduga merupakan TKI "abu-abu" yakni menggunakan paspor 48 halaman bukan paspor TKI 24 halaman tetapi mereka tidak melengkapi dengan dokumen ketenagakerjaan dan berdalih melancong ke Malaysia.

"Hanya dikira-kira penumpang muda, hanya membawa satu atau dua ransel, tidak memiliki bekal uang yang cukup untuk bepergian sebagai pelancong, dan tidak berpenampilan sebagai pelancong," katanya.

Hal itu menjadi relevan karena data dari P4TKI Dumai hanya sebanyak 173 TKI pada 2011 yang berangkat dari Pelabuhan Dumai yang dilengkapi dengan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) sedangkan pada 2012 hingga Juni hanya sebanyak 72 TKI.

"Wah nggak benar tuh, berarti memang masih ada TKI ilegal karena tidak sesuai antara orang yang diduga TKI dengan yang memiliki KTKLN," katanya.

Jumhur juga memeriksa kedatangan penumpang dari Malaysia yang diduga TKI yang menggunakan kapal fery MV Indomal Express 8.

Saat mewawancarai sejumlah TKI, Jumhur mendapat keterangan bahwa mereka umumnya bekerja tiga tahun di Malaysia dan tanpa dibekali kontrak.

P4TKI Dumai melayani urusan TKI dengan wilayah kerja meliputi lima kabupaten/kota yakni Dumai, Rokan Hilir, Siak, Bengkalis, dan Meranti. (tp)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites